Senin, 06 Januari 2014

Tahu Diri ( True Story)

Kali ini saya mau ngepost cerita nyata yang saya alamin sendiri dan berakhir kesedihan yang teramat dalam. saya harap cerita ini bisa menginspirasi anda semua dan anda semua tidak merasakan kepedihan yang pernah yang saya rasakan ini tentang cinta. huh -,- CHECK IT OUT ! ! !

TAHU DIRI
            Ku lihat dia menatapku. Entah hanya perasaanku saja atau nyata terjadi. Aku tersipu malu, senang sekali dilihat olehnya. Akupun tetap duduk tenang sendiri di taman yang indah. Entah apa yang terjadi tak ada orang lewat hanya aku dan dia di tempat duduk seberang sana. Tiba-tiba dia menghampiriku dan duduk disampingku sambil tersenyum. Tak satupun kata yang keluar dari mulutnya. Aku bingung dibuatnya. Tiba-tiba sesosok wanita yang tak terlihat wajahnya menjemputnya dan pergi meninggalkanku.
            “ Kau mau kemana ? tega nian kau meninggalkanku sendiri disini. Aku suka kamu Gio …” ujarku sambil menarik tangannya.
            “ Maafkan aku Nad, aku harus pergi bersama dia” Gio melepaskan tanganku dan mendorongku ke tanah sambil tersenyum padaku.
Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak ……………….
            Aku terbangun dari tidurku. Untung hanya mimpi. Sebuah mimpi buruk yang tak ku inginkan sampai kapanpun. Meskipun aku dan Gio hanya berteman biasa tapi aku menyimpan perasaan suka padanya. Berteman yang tak pernah bertemu, meskipun satu angkatan aku ngefans sama dia dari awal aku bertemu dan tnggal diasrama ini. Aku melihat tingkah lakunya yang rajin, ganteng, dan sifat juteknya yang aku suka. Awalnya aku hanya diam-diam suka padanya tanpa seorangpun tahu. Memang aku tak terlalu akrab dengannya. Aku juga tak tahu tentang dirinya.
            “ Liatin siapa si Nad ? ko senyum-senyum sendiri liat ke asrama cowok ? “ Vita mengagetkanku yang sedang melamun melihat asrama cowok.
            “ Engga papa ko cuma lihat-lihat ajah bangunannya bagus hehe” ujarku sambil tersenyum.
            “ ah sudahlah jangan bohong gitu. Kelihatan tuh dari matanya. Siapa-siapa sih siapa ? “ Vita menengok lewat jendela.
            “  nanti aku ceritakan deh, udah sekarang cepetan gih jemur bajunya, malu disini banyak cowok” aku pun menjewer telinga Vita.
            Aku melihatnya sedang tiduran sambil melihat buku. Subhanallah rajin sekali anak itu. Aku ingin sekali dekat dengannya. Lalu aku ceritakan semuanya pada Vita. Vita terkejut dan tertawa mendengar aku suka pada Gio.
            “ Gio emang banyak yang suka ko Nad. Tapi aku gasuka dia. Jadi buat kamu ajah. Aku bakal bantuin kamu buat dekat sama dia. “ ujar Vita sambil memegang pundakku.
            Hari ini adalah malam jum’at. Seperti biasanya di asramaku selalu mengadakan marhabanan. Di akhir acara, Vita menulis di secarik kertas bertuliskan “ Nadia Love Gio “ lalu dilemparkan ke tempat anak cowok. Akupun tak membolehkan Vita untuk melempar kertasnya, tapi sudah terlanjur semuanya. Semua orang pun akhirnya tahu dan berkata “Cie cie”.
Semenjak kejadian itupun aku malu untuk bertemu dia lagi. Akhirnya aku pilih untuk menjauh darinya. Hari ini ada lomba membaca puisi di sekolahku dalam rangka bulan bahasa. Akupun mengikuti lomba membaca puisi mewakili kelasku. Saat dikelas, aku melihat perwakilah kelas sebelahku sangat bagus dalam membacakan puisi. Tiba-tiba aku sangat minder dan sangat down untuk mengikuti lomba itu.  Akupun mencoba untuk menenangkan hatiku ini dengan membuka facebook. Saat aku lihat pemberitahuan, Gio like foto profil aku di facebook. Spontan aku berjingkrak-jingkrak kegirangan dan tumbuh rasa semangatku kembali. Semua teman-temanku bingung melihat tingkah lakuku yang aneh  dan bertanya-tanya. Tapi hanya ku jawab dengan kalimat “ Gapapa, cuma seneng ajah mau baca puisi “. Akupun sengaja menutupi kesenanganku.
Hari berganti hari akupun berani mengirimi dia pesan dan akhirnya mulai tahu nomor kontak dia lewat temanku. Awalnya aku tak mau tapi temanku yang mengawalinya beberapa sms. Akhirnya sms dengan dia pun berlanjut.
Hari ini aku akan mengambil tugas wawancaraku untuk laporan berita majalah di kotaku. Tapi kali ini aku belum mendapatkan foto orang yang aku wawancarai itu, dan dia berjanji akan memberinya pulang sekolah nanti. tapi ternyata dia sudah pulang ke rumahnya. Akupun bingung. Hari ini harus ku bawa foto itu untuk ku setorkan. Tak mungkin aku datangi rumah seorang cowok, yang ada malah nanti aku malu + dimarahi ketua asramaku.
“ eh Hab tolong aku dong, tolong mintain foto hasil wawancara itu ke Raffi yang rumahnya deket masjid itu, tolong ya please “ akupun memelas pada adik ketua asramau itu.
“ Giooooooo, minta tolong nih si Nadia katanya ambilin foto ke rumah Raffi “ ujar Syihab berteriak dan itu mengejutkanku.
            Aku tak menyangka ternyata Gio menghampiri kami dan diapun mau membantuku, padahal aku tak mau mengganggunya. Diapun pergi meninggalkanku, akupun segera menyusul keluar dan menunggunya menggambil fotonya. Akupupn tersipu malu sambil tersenyum melihatnya dari belakang. Dia baik sekali padaku.
            “ Nad, si Raffinya lagi di warung, ayo ikut aja aku anterin.” Ujarnya sambil tersenyum padaku.
            Akupun mengangguk tanda mengiyakan sambil tersenyum dan mengikutinya menuju warung disebelah madrasah. Diapun menunjukkan orang yang aku maksud. Lalu diapun pergi meninggalkanku dan tersenyum padaku. Sungguh baik orang itu Ya Allah. Akupun mengucapkan terima kasih lewat sms. Dan akhirnya akupun menuju majalah tempatku akan mengirimkan berita.
            Bulan berganti bulan akupun semakin dekat dengan dia tapi hanya sebatas teman. Terkadang aku merasa percaya diri bahwa dia suka padaku tapi tak berani mengungkapkan perasaannya padaku. Sampai suatu ketika pagi itu aku sedang menyetrika baju yang akan ku pakai ke sekolah. Tiba-tiba Dhifa adik kelasku datang menghampiri dan membuka pintu dengan wajah yang sangat bingung.
            “ Teh Nadia, apa benar Gio pacaran sama Bibah ? “ ujarnya sambil membisik di telingaku.
            Aku terkejut. Spontan aku diam dam menatap wajah Dhifa dengan penuh tak percaya. Apa iya Gio pacaran sama Bibah ? ah aku tak mengerti tega sekali Bibah berpacaran setelah putus dengan teman dekat Gio. Apalagi saat kulihat wajah Dhifa aku pun teringat bahwa Bibah juga telah menghancurkan hubungan dhifa karena dia merebut pacar Dhifa dan membuat masalah dengan sahabatnya sendiri yaitu Dhifa. Dan sekarang Bibah malah pacaran sama Gio, bahkan dia tahu bahwa aku suka sama Gio.
            “ Teh Nadia.. Teh .. Teh .. ko melamun ? teteh sedih ya aku ngomong seperti ini ? “ ucap Dhifa mengagetkanku.
            “ Ada apa sih dhifa ? mainnya bisik bisikan nih sampe buat Nadia kaget begitu. Ada apa sih ? “ ujar Vita.
            Dhifapun bercerita kepada semua ankan di kamar aku. Sedangkan aku melanjutkan menyetrika dan tanpa mereka ketahui saat aku menyetrika baju aku meneteskan air mata. Harapanku pun semuanya hancur. Orang baik seperti dia yang aku suka tak ku sangka akan begini jadinya.
            “ Nadia, sabar ya Gio emang ga pantes buat kamu. Kamu pasti bisa dapetin yang lebih sangat amat baik dari Gio oke “ Vita memegang pundakku.
            Akupun hanya mengangguk dan tersenyum kepada Vita. Aku juga sadar bahwa aku bukan siapa-siapa dia. Aku juga hanya teman dia. Dan seorang teman harus senang jikalau temannya senang. Meskipun aku suka padanya, tapi inilah akibat dan resiko orang suka diam-diam dan tak berani mengungkapkannya. Mulai sekarang akupun mulai menjauhi Gio dan berusaha untuk melupakan Gio. Mungkin sangat susah untuk melupakan Gio karena dia satu asrama denganku. Tapi aku tahu diri bahwa orang sejelek aku dan aku yang tak sempurna ini tak pantas dengan Gio. Hanya Bibah yang pantas dengan Gio. Andai kamu tahu Gio, ternyata mimpi aku selama ini merupakan pertanda kalau aku tak pantas untuk Gio. Dan aku lebih baik seperti ini didepanmu dan Bibah ku senang, tapi kau tak tahu di dalam hatiku menangis. Aku akan mencoba untuk melupakanmu, Gio.

THE END

True story inspiration by some one

Tidak ada komentar:

Posting Komentar