Hello kawan-kawan ini postingan pertamaku, aku akan memberikan kalian sebuah cerpen pengalamanku sedikit lucu dan lumayan menyebalkan haha. aku berharap kalian dapat mengambil kesimpulan serta amanat yang ada disini ya kawan. terus kunjungi blogku :)
SALAH
RABA
Langit
cerah nuansa pagi cahaya matahari menyinari dunia. Suara kokok ayam di rumah
nan merdu menandakan sang pagi datang ke dunia. Seakan membangunkan Pui untuk
bangun dari tidurnya. Jendela kamarnyapun dibuka olehnya. Udara sejuk nan
indahnya panorama pagi membuat hati Pui tenang. Anak-anak berlarian dan bermain
dengan raut wajah yang berseri-seri karena hari libur telah tiba. Tetapi tidak
bagi Pui, dia harus kembali ke asrama tempat dia menuntut ilmu.
Pagi
ini Pui sangat sedih. Bukan karena dia tidak mau pergi ke asrama tetapi sang
bunda yang tidak bisa mengantarkannya ke asrama dikarenakan ada meeting
mendadak di kantornya. Dengan hati yang kecewa dan terpaksa, diapun akhirnya
mau ke asrama bersama ayah. Berhiaskan pakaian hijau dengan rok hitam dan
jilbab hijau disertai dengan raut wajah yang sedih akhirnya Puipun pergi ke
asrama dengan hati yang sangat kecewa kepada bundanya.
Perjalanan
jauh Bandung-Yogyakarta menempuh waktu 7 jampun tak terasa. Puipun sudah tiba
di asrama SMAN 11 Yogyakarta. Dengan dibantu ayah membawa barang-barangnya ke
kamar, Puipun masih memasang raut wajah sedih dengan tidak adanya bunda
disampingnya sekarang. Hanya beberapa menit saja, ayah langsung berpamitan
pulang karena dia harus berangkat ke kantor besok. Dengan hati terpaksa Puipun
membolehkan sang ayah untuk kembali ke rumah.
Setelah
ayahnya pergi Pui langsung berlari ke kamarnya dan menangis.
“
Pui, kenapa kamu menangis ? apakah kamu tidak merelakan ayahmu pergi ?”
tiba-tiba Yumi datang dan langsung menghampiri Pui.
“
Ah tidak, aku tidak apa-apa ko Yumi cantik, mungkin kecapean doang wlee” Pui
menghapus air matanya sambil menjulurkan lidahnya pada Yumi.
“
Ah masa ? boong banget, tuh liat mukanya ajah berubah 180 derajat mirip Patrick
hahaha “ canda Yumi sambil berlarian dan disusul oleh Pui dengan membawa
bantal.
Hari
ini adalah hari pertama Pui kembali ke sekolah. Hari yang sangat indah, dia
bertemu sahabat karibnya Isfa, Nia, Ani, dan Uti. Mereka adalah sahabat Pui
dari SMP dan sekarang bisa bersekolah bersama kembali di SMAN 11 Yogyakarta.
“
Hai Pui, sudah lama yah kita tidak ketemu, kangen Pui “ teriak Isfa sambil
berlari memeluk Pui.
“
Hai teman-teman senang bisa bertemu kalian lagi disini, aku juga kangen kalian,
meskipun sudah berkomunikasi lewat hape, tetep ajah pengen ketemu kalian
banget” Ujar Pui sambil mencubit pipi teman-temannya satu-satu.
“
Kita juga kangen kamu, kangen sifat kamu yang cerewet, kangen suara Isfa yang
menggetarkan jiwa banyak orang untuk menutup telinga, kangen Nia yang selalu
baca buku, dan kangen Uti yang tiap jam
tiap menit tiap detik pegang hape mulu, kangen kalian semua” Ucap Nia sambil
memeluk semua sahabat karibnya sambil menangis. Mereka semua berpelukan dan
tertawa bersama.
Hari
ini pelajaran Bahasa Inggris. Pui sangat menyukai pelajaran bahasa Inggris tapi
dia tidak menyukai guru yang mengajarnya karena agak tidak jelas dalam
mengajar. Tapi semangat belajar terhadap pelajaran yang dia suka tetap ada
apalagi ditambah bahwa pacarnya sekelas dengan dia.
“
Hari ini kita belajar di luar lingkungan sekolah. Bawa buku serta alat
tulisnya. Jangan lupa bawa kue ya nanti Mr minta” ujar Mr Ucu dengan polosnya.
“
Kita mau belajar dimana Mr ? kan sebelumnya kita belum pernah keluar asrama
kecuali mau beli makan. Kalo dimarahin gimana ? kalo nyasar gimana? Kalo capek
gimana ? Kalo kakinya sakit gimana ? kalooo….. “ ujar Isfa dengan lantangnya
sehingga membuat siswa lainnya menutup telinganya.
“
Isfaaaaaaaaaa, diem suara kamu tuh kaya backsound, bikin telinga aku sakit nih“
ujar Uti dengan sambil memamerkan bibir manyunnya.
“
Iyah Isfa benar tuh kata Uti. Kalo dimarahin ya Mr yang tanggung jawab, kalo
nyasar juga yang dimarahin dan yang tanggung jawab Mr Ucu, kalo capek juga
suruh mijitin Mr Ucu, kalo kakinya sakit juga potong ajah kakinya Mr Ucu buat
gantiin kaki kamu hahahaha “ ujar Ani dengan disusul tawa anak-anak kelas X 1.
“
enak ajah tanggung jawab sendiri pokoknya, Mr ga urusin. Sekarang ayo siap-siap
kita berangkat menuju lapangan depan Kantor PMI” ujar Mr Ucu sambil memakai
topi ala tentara penjajah zaman dahulu dan bersiap-siap pergi.
Selama
perjalanan Pui dan teman-teman berdiskusi tentang tempat wisata yang ada di
daerah sini karena mereka merupakan siswa baru di SMAN 11 Yogyakarta dan belum
tahu tentang daerah sekitar. Tiba-tiba Mr Ucu langsung ikut berdiskusi dengan
mereka. Mr Ucu mengatakan bahwa ada sebuah taman bunga yang sangat indah di
belakang rumah sakit yang tak jauh dari asrama. Pui langsung tertarik utuk
pergi kesana saat hari libur bersama teman-temannya karena Pui sangat suka
pergi ke taman bunga waktu dia berada di rumah, semenjak dia mendengar cerita
Mr Ucu dia jadi semangat dan ingin segera mengunjungi taman tersebut.
Beberapa
hari berlalu, hari ini adalah hari minggu. Pui berniat pergi bersama
teman-temannyake taman bunga yang diceritakan Mr Ucu. Tapi sayang, Pui sangat
sedih karena Isfa dan Ani tak bisa ikut karena dia mempunyai acara sendiri.
Jadi dia hanya pergi bersama Uti, Nia dan Yumi. Pui juga mangajak kekasihnya
Sau pergi ke taman bunga itu. Perjalananpun dimulai pukul 8 pagi dengan
menggoes sepeda masing-masing Pui berangkat bersama teman-temannya. Tempat
pertama yang mereka kunjungi adalah Masjid Al-Hidayah, masjid tersebut terkenal
sangat indah dan mempunyai taman yang luas serta pemandangan yang indah.
Setelah beberapa jam di masjid Al-hidayah, mereka melanjutkan perjalanan menuju
taman bunga. Setelah mereka sudah sampai dibelakang rumah sakit mereka tidak
menemukan adanya taman bunga yang sudah diceritakan Mr Ucu. Akhirnya merekapun
bertanya pada salah satu penduduk sekitar.
“
Semenjak ibu tinggal disini ibu tidak tahu ada taman bunga disini, tapi mungkin
dibelakang rumah sakit itu ada jalan kecil coba belok ke arah kanan saja, maaf
ibu sering kali lupa maklum ya de ibu udah tua hehe” ujar ibu yang sedang
menggendong anak kecil tersebut.
Akhirnya
merekapun pergi ke taman bunga yang ditunjukkan ibu itu. Setelah masuk ke gang,
Pui Nampak curiga karena warga sekitar yang tinggal digang tersebut melihat
mereka sambil tertawa. Setelah beberapa menit kemudian, ternyata tak ada taman
bunga dibelakang rumah sakit itu, tapi sebuah kuburan berhiaskan tanaman bunga
kamboja berwarna warni. Melihat itu semua mereka semua kesal kepada Mr Ucu
karena merasa telah di bohongi. Tetapi pada akhirnya mereka tertawa bersama dan
kembali ke asrama dengan perasaan kecewa.
Keesokan
harinya, Pui dan teman-temannya menemui Mr Ucu dengan raut wajah yang kesal dan
penuh amarah. Untungnya di kantor guru saat itu masih sepi, sehingga Pui dan
teman-temannya berani masuk ke kantor.
“
Mr Ucu boong “ Uti langsung berbicara di depan Mr Ucu dengan raut muka ditekuk
disertai bibir manyunnya.
“
iyah Mr Ucu hanya omong kosong belaka, kata Pak Muhid dan di dalam buka Akidah
Akhlak hal. 50 berbohong itu dosa. Dosa loh Mr Ucu tuh udah bohongin kita semua
“ Ina langsung menyambung pembicaraan Uti dan Mr Ucu dengan memasang raut wajah
memelasnya.
“
Bohong ? maksud kalian semua apa ? Mr Ucu bohong apa pada kalian semua ? “ ujar
Mr Ucu sambil tersenyum.
Kemudian
Pui menceritakan semua pengalaman kemarin bersama teman-temannya kepada Mr Ucu
bahwa mereka telah merasa dibohongi oleh Mr Ucu tentang taman bunga yang beliau
katakana 2 hari yang lalu. Setelah mendengar cerita mereka semua, Mr Ucu
tertawa terbahak-bahak sehingga membuat mereka kebingungan.
“
Kalian semua tuh salah raba dimana taman bunga itu berada “ ujar Mr Ucu sambil
meminum tehnya.
“
Salah raba ? maksudnya apa Mr ? aku baru denger kata “ Salah Raba” sekarang “
ujar Uti sambil melongo dengan WATADOSnya sambil twitteran.
“
Salah raba itu dalam Kamus Bahasa Indonesia sama saja dengan salah menduga atau
salah kelir “ Ani menjelaskan pada Uti dengan bergaya ala seorang guru.
Mr
Ucu menjelaskan bahwa letak taman bunga itu bukan di tempat yang mereka
datangi, tetapi letaknya masih jauh dari tempat yang mereka duga. Pui dan
teman-temannya merasa bersalah telah menuduh Mr Ucu sebagai pembohong dan
akhirnya merekapun meminta maaf kepada Mr Ucu dan merekapun tertawa bersama.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar