Rabu, 01 Oktober 2014

SUNTUK
Bila hati nan sukar Tiada niat yang ada Justru neting yang ku rasa Sukar ku hilangkan Aku datang … Wajah ceriamu ku rindu Tapi … Wajah suntukmu yang ada Membuatku jatuh ke lubang lumpur itu Kotor, dingin, tak ada kepedulian Kesalahan yang menyelimutiku Tuduhan, ocehan kritikan kuterima Harapanku hanya sebatas botol kosong Aku datang kawan .. Saranmu yang kuharapkan Kepedulianmu yang kubutuhkan Justru amarah yang kudapatkan Tuhan .. Ini bukan salah dia Ini bukan salah nya Menuduh orang, sendiri tak berkaca Diam diam diam ! Semua yang kulakukan salah Tak ada yang mengerti Jantungku selalu kau remuk Dengan tindakan dan ocehanmu itu STOP ! Jangan kau hinakan aku Jangan kau tuduh dia Lihat dirimu Bunga berduri …

Rabu, 02 April 2014

Artikel Galau dan Suntuk

Siapa sih yang ga pernah kenal sama yang namanya masalah ? siapa si yang ga pernah ngalamin rasa galau ataupun suntuk ? Saya yakin kalian semua yang membaca tulisan ini pasti pernah merasakan gimana rasanya galau ataupun suntuk. Inget kata galau dan suntuk kita pasti langsung nyambar sama yang namanya cinta. Padahal bukan hanya karena cinta loh sobat, kita pasti bisa galau ataupun suntuk karena masalah yang kita hadapi baik berupa pelajaran ataupun nilai ujian kita yang turun drastis. Iyakan ? ngaku deh ngaku. Gapapa kok itu merupakan hal yang wajar, kenapa ? karena manusia hidup pasti mempunyai banyak masalah. Dari mulai bayipun bahkan sampai sekarangpun kita mempunyai banyak masalah. Orang yang terlihat ceria pun pasti dia mempunyai masalah. Nah apalagi kita yang bisa dibilang kadang-kadang ceria kadang-kadang nangis gara-gara galau ? haha makanya sekarang kita bahas masalah galau dan suntuk yuk sobat karena dua kata ini emang lagi tenar banget dikalangan para remaja zaman sekarang khususnya pelajar.

Air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang telah membuat perasaanmu terluka.” Ya benar banget tuh sobat. Saat kita galau bahkan saat kita mempunyai suatu masalah biasanya kita pasti menangis, meluapkan amarah dan kesal dalam hati. Menangislah jika itu membuat kamu menjadi tenang, apabila perlu teriaklah niscaya semua amarahmu semuanya terasa dikeluarkan secara spontan. Tapi alangkah lebih baiknya jika kita mengungkapkannya dengan hal-hal positif. Hmm apa saja ya hal positif itu ? yaitu dengan meluapkannya kepada hal positif seperti membersikan kaca, mencuci piring, pokoknya yang ga bikin rugi deh justru malah membuat untung apalagi bantuin mamah masak atau pekerjaan mamah, bukan hanya galau kita aja yang hilang, malahan mamah bakalan seneng dan bangga punya anak kaya kita yang sering membantunya, padahal kan cuma pelampiasan galau kita ajah ya hehe. Jika hal tersebut terus dilakukan setiap kali kita galau maka dampaknya akan besar sekali untuk kita dan bisa juga kita jadi kebal buat ngatasin galau dan gabakal bisa galau lagi. Wah wah keren tuh. Nah bukan hanya itu tapi mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Esa dengan cara sholat sobat. kita kan anak MAN dan hidup di lingkungan pesantren kan ? So pasti dong tau yang namanya sholat Duha, keterlaluan banget kalo ga tau anak MAN bukan tuh haha :D cobalah disaat kita lagi bingung atau galau, mendekatlah kepada Allah SWT. Sholat sunnah yang khusyu terus doa deh yang kusyu sama Allah dan jangan ketinggalan pula sobat untuk baca Al Qur’an hmm yang namanya tenang tuh emang tenang banget banget melebihi apapun yang buat kita tenang. Soalnya penulisnya sendiri pernah ngalamin gitu sobat. hehe .. so sekarang ilangin deh tuh yang namanya GALAU, semuan masalah pasti ka nada solusinya. Ada sebuah kalimat mengatakan “ Jika kamu lari dari masalah, makan kamu lari dari Kasih Sayang Allah” waduh parah banget yak, makanya hadapi masalah, BERANI ! jangan pernah berkata “ Ya Allah sungguh masalahku sangat besar” tai berkatalah “ Wahai Masalah, sesungguhnya Allah itu Maha Besar”. So kawan-kawan semuanya semangat ya. Yakin dan percayalah HIDUP INI INDAH. Semangaaaaaaaat J

Senin, 06 Januari 2014

Tahu Diri ( True Story)

Kali ini saya mau ngepost cerita nyata yang saya alamin sendiri dan berakhir kesedihan yang teramat dalam. saya harap cerita ini bisa menginspirasi anda semua dan anda semua tidak merasakan kepedihan yang pernah yang saya rasakan ini tentang cinta. huh -,- CHECK IT OUT ! ! !

TAHU DIRI
            Ku lihat dia menatapku. Entah hanya perasaanku saja atau nyata terjadi. Aku tersipu malu, senang sekali dilihat olehnya. Akupun tetap duduk tenang sendiri di taman yang indah. Entah apa yang terjadi tak ada orang lewat hanya aku dan dia di tempat duduk seberang sana. Tiba-tiba dia menghampiriku dan duduk disampingku sambil tersenyum. Tak satupun kata yang keluar dari mulutnya. Aku bingung dibuatnya. Tiba-tiba sesosok wanita yang tak terlihat wajahnya menjemputnya dan pergi meninggalkanku.
            “ Kau mau kemana ? tega nian kau meninggalkanku sendiri disini. Aku suka kamu Gio …” ujarku sambil menarik tangannya.
            “ Maafkan aku Nad, aku harus pergi bersama dia” Gio melepaskan tanganku dan mendorongku ke tanah sambil tersenyum padaku.
Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak ……………….
            Aku terbangun dari tidurku. Untung hanya mimpi. Sebuah mimpi buruk yang tak ku inginkan sampai kapanpun. Meskipun aku dan Gio hanya berteman biasa tapi aku menyimpan perasaan suka padanya. Berteman yang tak pernah bertemu, meskipun satu angkatan aku ngefans sama dia dari awal aku bertemu dan tnggal diasrama ini. Aku melihat tingkah lakunya yang rajin, ganteng, dan sifat juteknya yang aku suka. Awalnya aku hanya diam-diam suka padanya tanpa seorangpun tahu. Memang aku tak terlalu akrab dengannya. Aku juga tak tahu tentang dirinya.
            “ Liatin siapa si Nad ? ko senyum-senyum sendiri liat ke asrama cowok ? “ Vita mengagetkanku yang sedang melamun melihat asrama cowok.
            “ Engga papa ko cuma lihat-lihat ajah bangunannya bagus hehe” ujarku sambil tersenyum.
            “ ah sudahlah jangan bohong gitu. Kelihatan tuh dari matanya. Siapa-siapa sih siapa ? “ Vita menengok lewat jendela.
            “  nanti aku ceritakan deh, udah sekarang cepetan gih jemur bajunya, malu disini banyak cowok” aku pun menjewer telinga Vita.
            Aku melihatnya sedang tiduran sambil melihat buku. Subhanallah rajin sekali anak itu. Aku ingin sekali dekat dengannya. Lalu aku ceritakan semuanya pada Vita. Vita terkejut dan tertawa mendengar aku suka pada Gio.
            “ Gio emang banyak yang suka ko Nad. Tapi aku gasuka dia. Jadi buat kamu ajah. Aku bakal bantuin kamu buat dekat sama dia. “ ujar Vita sambil memegang pundakku.
            Hari ini adalah malam jum’at. Seperti biasanya di asramaku selalu mengadakan marhabanan. Di akhir acara, Vita menulis di secarik kertas bertuliskan “ Nadia Love Gio “ lalu dilemparkan ke tempat anak cowok. Akupun tak membolehkan Vita untuk melempar kertasnya, tapi sudah terlanjur semuanya. Semua orang pun akhirnya tahu dan berkata “Cie cie”.
Semenjak kejadian itupun aku malu untuk bertemu dia lagi. Akhirnya aku pilih untuk menjauh darinya. Hari ini ada lomba membaca puisi di sekolahku dalam rangka bulan bahasa. Akupun mengikuti lomba membaca puisi mewakili kelasku. Saat dikelas, aku melihat perwakilah kelas sebelahku sangat bagus dalam membacakan puisi. Tiba-tiba aku sangat minder dan sangat down untuk mengikuti lomba itu.  Akupun mencoba untuk menenangkan hatiku ini dengan membuka facebook. Saat aku lihat pemberitahuan, Gio like foto profil aku di facebook. Spontan aku berjingkrak-jingkrak kegirangan dan tumbuh rasa semangatku kembali. Semua teman-temanku bingung melihat tingkah lakuku yang aneh  dan bertanya-tanya. Tapi hanya ku jawab dengan kalimat “ Gapapa, cuma seneng ajah mau baca puisi “. Akupun sengaja menutupi kesenanganku.
Hari berganti hari akupun berani mengirimi dia pesan dan akhirnya mulai tahu nomor kontak dia lewat temanku. Awalnya aku tak mau tapi temanku yang mengawalinya beberapa sms. Akhirnya sms dengan dia pun berlanjut.
Hari ini aku akan mengambil tugas wawancaraku untuk laporan berita majalah di kotaku. Tapi kali ini aku belum mendapatkan foto orang yang aku wawancarai itu, dan dia berjanji akan memberinya pulang sekolah nanti. tapi ternyata dia sudah pulang ke rumahnya. Akupun bingung. Hari ini harus ku bawa foto itu untuk ku setorkan. Tak mungkin aku datangi rumah seorang cowok, yang ada malah nanti aku malu + dimarahi ketua asramaku.
“ eh Hab tolong aku dong, tolong mintain foto hasil wawancara itu ke Raffi yang rumahnya deket masjid itu, tolong ya please “ akupun memelas pada adik ketua asramau itu.
“ Giooooooo, minta tolong nih si Nadia katanya ambilin foto ke rumah Raffi “ ujar Syihab berteriak dan itu mengejutkanku.
            Aku tak menyangka ternyata Gio menghampiri kami dan diapun mau membantuku, padahal aku tak mau mengganggunya. Diapun pergi meninggalkanku, akupun segera menyusul keluar dan menunggunya menggambil fotonya. Akupupn tersipu malu sambil tersenyum melihatnya dari belakang. Dia baik sekali padaku.
            “ Nad, si Raffinya lagi di warung, ayo ikut aja aku anterin.” Ujarnya sambil tersenyum padaku.
            Akupun mengangguk tanda mengiyakan sambil tersenyum dan mengikutinya menuju warung disebelah madrasah. Diapun menunjukkan orang yang aku maksud. Lalu diapun pergi meninggalkanku dan tersenyum padaku. Sungguh baik orang itu Ya Allah. Akupun mengucapkan terima kasih lewat sms. Dan akhirnya akupun menuju majalah tempatku akan mengirimkan berita.
            Bulan berganti bulan akupun semakin dekat dengan dia tapi hanya sebatas teman. Terkadang aku merasa percaya diri bahwa dia suka padaku tapi tak berani mengungkapkan perasaannya padaku. Sampai suatu ketika pagi itu aku sedang menyetrika baju yang akan ku pakai ke sekolah. Tiba-tiba Dhifa adik kelasku datang menghampiri dan membuka pintu dengan wajah yang sangat bingung.
            “ Teh Nadia, apa benar Gio pacaran sama Bibah ? “ ujarnya sambil membisik di telingaku.
            Aku terkejut. Spontan aku diam dam menatap wajah Dhifa dengan penuh tak percaya. Apa iya Gio pacaran sama Bibah ? ah aku tak mengerti tega sekali Bibah berpacaran setelah putus dengan teman dekat Gio. Apalagi saat kulihat wajah Dhifa aku pun teringat bahwa Bibah juga telah menghancurkan hubungan dhifa karena dia merebut pacar Dhifa dan membuat masalah dengan sahabatnya sendiri yaitu Dhifa. Dan sekarang Bibah malah pacaran sama Gio, bahkan dia tahu bahwa aku suka sama Gio.
            “ Teh Nadia.. Teh .. Teh .. ko melamun ? teteh sedih ya aku ngomong seperti ini ? “ ucap Dhifa mengagetkanku.
            “ Ada apa sih dhifa ? mainnya bisik bisikan nih sampe buat Nadia kaget begitu. Ada apa sih ? “ ujar Vita.
            Dhifapun bercerita kepada semua ankan di kamar aku. Sedangkan aku melanjutkan menyetrika dan tanpa mereka ketahui saat aku menyetrika baju aku meneteskan air mata. Harapanku pun semuanya hancur. Orang baik seperti dia yang aku suka tak ku sangka akan begini jadinya.
            “ Nadia, sabar ya Gio emang ga pantes buat kamu. Kamu pasti bisa dapetin yang lebih sangat amat baik dari Gio oke “ Vita memegang pundakku.
            Akupun hanya mengangguk dan tersenyum kepada Vita. Aku juga sadar bahwa aku bukan siapa-siapa dia. Aku juga hanya teman dia. Dan seorang teman harus senang jikalau temannya senang. Meskipun aku suka padanya, tapi inilah akibat dan resiko orang suka diam-diam dan tak berani mengungkapkannya. Mulai sekarang akupun mulai menjauhi Gio dan berusaha untuk melupakan Gio. Mungkin sangat susah untuk melupakan Gio karena dia satu asrama denganku. Tapi aku tahu diri bahwa orang sejelek aku dan aku yang tak sempurna ini tak pantas dengan Gio. Hanya Bibah yang pantas dengan Gio. Andai kamu tahu Gio, ternyata mimpi aku selama ini merupakan pertanda kalau aku tak pantas untuk Gio. Dan aku lebih baik seperti ini didepanmu dan Bibah ku senang, tapi kau tak tahu di dalam hatiku menangis. Aku akan mencoba untuk melupakanmu, Gio.

THE END

True story inspiration by some one